pondok pesantren mta

Membangun Generasi Muda dengan TAQWA

Apa jadinya bangsa ini bila para pemuda kehilangan jati diri mereka sebagai bangsa yang berbudaya dan berkepribadian mulia? Banyak pemuda yang mengalami degradasi moral, hidup jauh dari tuntunan agama, menyia-nyiakan shalat, dan memperturutkan hawa nafsu, maka wajar kalau mereka tersesat.

(Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.) [QS Maryam : 59]

(Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.) [QS Maryam : 59]

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Padahal sebagai keturunan para nabi kita mestinya tunduk patuh kepada Allah, tersungkur dengan sujud dan menangis ketika dibacakan ayat-ayat Allah.

(Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israel, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.) [QS Maryam : 58].

(Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israel, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.) [QS Maryam : 58].

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israel, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

أُولَئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

أُولَئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

Dan merasa ni’mat, beruntung dan bangga dengan Islam yang dianugerahkan Allah kepada kita semua.

(Mereka merasa telah memberi ni’mat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, “Janganlah kamu merasa telah memberi ni’mat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan ni’mat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar”.) [QS Al-Hujurat : 17]

(Mereka merasa telah memberi ni’mat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, “Janganlah kamu merasa telah memberi ni’mat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan ni’mat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar”.) [QS Al-Hujurat : 17]

Mereka merasa telah memberi ni’mat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, “Janganlah kamu merasa telah memberi ni’mat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan ni’mat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar”.

يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُلْ لا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلامَكُمْ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلإيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُلْ لا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلامَكُمْ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلإيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Saudaraku, hancurnya suatu bangsa dimulai dengan kerusakan moral generasi mudanya. Oleh karena itu untuk menghindari kehancuran bangsa ini, pembangunan moral generasi muda harus mendapat prioritas.

Kajian-kajian Islam yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah harus dihidupkan dimana-mana. Di kampung, kita gerakkan para pemuda, ibu-ibu anggota PKK, dan bapak-bapak anggota kelompok ronda untuk gemar mempelajari dan mengamalkan agama.

Kita utamakan kebersamaan dan kekeluargaan untuk membangun persatuan dan kesatuan. Kita lapangkan dada menerima perbedaan untuk menghindari perselisihan dan permusuhan. Harus senantiasa kita segarkan dalam ingatan kita bahwa bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.

bersatu kita teguh bercerai kita runtuh

Di sekolah dan kampus kita gerakkan pada pelajar dan mahasiswa untuk menyisihkan sebagian waktu mereka guna mendalami agama dan membangun keimanan dan kepribadian mereka sesuai nilai-nilai moral yang diajarkan agama. Ilmu tidak akan bermanfaat bagi kehidupan mereka yang kekal di akhirat tanpa dilandasi iman. Di kantor dan instansi kita bangkitkan semangat para kolega untuk lebih mendalami agama dan mewarnai hidup dengan jiwa agama.

Sebagai pemimpin kita tumbuhkan kesadaran sebagai pelayan ummat. Pemimpin yang berjiwa besar adalah yang mengutamakan sikap melayani, mengasihi, dan menyayangi ummat. Sebagai orang yang dipimpin kita tumbuhkan semangat untuk melaksanakan tugas, selama tidak bertentangan dengan agama.

Orang yang terpimpin yang baik adalah yang menghormati pimpinannya, tha’at melaksanakan tugas dan berprestasi dalam bidangnya. Allah akan menilai seluruh aktivitas positif di kampung, di kampus, dan di kantor sebagai amal shalih bila dilandasi dengan iman yang benar, yang semuanya akan memberikan kontribusi terhadap pembangunan ketaqwaan kepada Allah.

Taqwa itulah yang akan menjadi bekal terbaik kita menghadap Allah dalam kehidupan di akherat kelak.

buy it now

(Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.) [QS Al-Baqarah : 197];

(Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.) [QS Al-Baqarah : 197];

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلا رَفَثَ وَلا فُسُوقَ وَلا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَابِ

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلا رَفَثَ وَلا فُسُوقَ وَلا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَابِ

(Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) [Al-Hasyr : 18]

(Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) [Al-Hasyr : 18]

(Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) [Al-Hasyr : 18]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hanya orang-orang yang bertaqwa sajalah yang bisa memakmurkan dunia, membangun persaudaraan yang hakiki dan menghindari perpecahan dan kehancuran. Semoga Allah membimbing bangsa Indonesia menuju ketaqwaan, aamiin.

Hanya orang-orang yang bertaqwa sajalah yang bisa memakmurkan dunia, membangun persaudaraan yang hakiki dan menghindari perpecahan dan kehancuran. Semoga Allah membimbing bangsa Indonesia menuju ketaqwaan, aamiin.

Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina
Pimpinan Pusat Majlis Tafsir Al-Qur’an

Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina

Pimpinan Pusat Majlis Tafsir Al-Qur’an

Harian SOLOPOS (Jumat, 28 September 2012).

Harian SOLOPOS (Jumat, 28 September 2012).